Sabtu, 19 Oktober 2019

SISTEM PAKAR UNTUK MENDETEKSI MUTU TELUR AYAM RAS

Sistem pakar merupakan sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaiakan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Sistem pakar biasanya digunakan untuk melakukan interprestasi dan analisa, diagnosa, dan membantu pengambilan keputusan (Oktaviani, 2012).
Sistem pakar sebagai sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebut (Hartati dan Iswanti, 2008).
Sistem Pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan  oleh para ahliSistem  pakar  yang baik  dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli. Dengan sistem pakar ini, orang awampun dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit yang sebenarnya hanya dapat diselesaikan dengan bantuan para ahli. Bagi para ahli, sistem pakar ini juga akan membantu aktivitasnya sebagai asisten yang sangat berpengalaman (Kusumadewi, 2003).
Menurut Kusumadewi (2003) konsep dasar sistem pakar mengandung keahlian, ahli, pengalihan keahlian, inferensi, aturan, dan kemampuan menjelaskan. Keahlian adalah suatu kelebihan penguasaan pengetahuan dibidang tertentu yang diperoleh dari pelatihan, membaca atau pengalaman. Contoh bentuk pengetahuan yang termasuk keahlian adalah:
1. Fakta-fakta pada lingkup permasalahan tertentu.
2. Teori-teori pada lingkup permasalahan tertentu.
3. Prosedur-prosedur dan aturan-aturan bekenaan dengan lingkup permasalahan tertentu.
4. Strategi-strategi global untuk menyelesaikan masalah.
5. Meta-knowledge (pengetahuan tentang pengetahuan).

Bentuk-bentuk ini memungkinkan para ahli untuk dapat mengambil keputusan lebih cepat dan lebih baik daripada seseorang yang bukan ahli. Seorang ahli adalah seseorang yang mampu menjelaskan suatu tanggapan, mempelajari hal-hal baru seputar topik permasalahan (domain), menyusun kembali pengetahuan jika dipandang perlu, memecah aturan-aturan jika dibutuhkan, dan menentukan relevan tidaknya keahlian mereka. Pengalihan keahlian dari para ahli komputer untuk kemudian dialihkan lagi ke orang lain yang bukan ahli, merupakan tujuan utama dari sistem pakar. Proses ini membutuhkan 4 aktivitas yaitu tambahan pengetahuan (ke komputer), inferensi pengetahuan, dan pengalihan pengetahuan ke user. Pengetahuan yang disimpan di komputer disebut dengan nama basis pengetahuan.
Salah satu fitur yang harus dimiliki oleh sistem pakar adalah kemampuan untuk menalar. Jika keahlian-keahlian sudah tersimpan sebagai basis pengetahuan dan sudah tersedia program yang mampu mengakses basis data, maka komputer harus dapat diprogram untuk membuat inferensi. Proses inferensi ini dikemas dalam bentuk motor inferensi (inference engine). Sebagian besar sistem pakar komersial dibuat dalam bentuk rule-based system, yang mana pengetahuan disimpan dalam bentuk aturan-aturan. Aturan tersebut biasanya berbentuk IF-THEN.
Ciri-ciri sistem pakar menurut Kusumadewi (2003), antara lain:
1. Memiliki fasilitas informasi yang handal.
2. Mudah dimodifikasi.
3. Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer.
4. Memiliki kemampuan untuk belajar beradaptasi.

Sistem pakar terdiri dari 2 bagian pokok, yaitu lingkungan pengembang (development environment) dan lingkungan konsultasi (consultation environment). Lingkungan pengembangan digunakan sebagai pembangun sistem pakar baik dari segi pembangun komponen maupun basis pengetahuan. Lingkungan konsultasi digunakan oleh seseorang bukan ahli untuk berkonsultasi.
Komponen-komponen yang ada pada sistem pakar terdapat pada Gambar 2.4:
1.          Antar Muka
PenggunaAntarmuka pengguna merupakan mekanisme yang digunakan oleh pengguna dan sistem pakar untuk berkomunikasi. Antarmuka menerima informasi dari pemakai dan mengubahnya ke dalam bentuk yang dapat diterima oleh sistem. Pada   bagian   ini   terjadi   dialog   antar progra da pemakai,   yang memungkinkan sistem pakar menerima instruksi dan informasi (input) dari pemakai, juga memberikan informasi (output) kepada pemakai.
2.          Motor inferensi (inference engine).
Program yang berisi metodologi yang digunakan untuk melakukan penalaran terhadap informasi-informasi dalam basis pengetahuan dan blackboard serta digunakan untuk memformulasikan konklusi. Ada 3 elemen utama dalam motor inferensi, yaitu:
·            Interpreter mengeksekusi   item-ite agend yan terpilih   dengan menggunakan aturan-aturan dalam basis pengetahuan  yang sesuai.
·            Scheduler: akan mengontrol agenda.
·            Consistency  enforcer:  akan  berusaha  memelihara  kekonsistenan  dalam merepresentasikan solusi yang bersifat darurat.

Telur merupakan salah satu produk pertanian yang berasal dari unggas. Sesuai dengan sifat dasarnya, telur mempunyai sifat mudah rusak (perishable) seperti halnya produk-produk pertanian yang lain. Ada beberapa kerusakan telur yang menyebabkan kualitas telur menurun antara lain: pecahnya cangkang telur, kehilangan gas CO2, tumbuhnya mikroorganisme dan pengenceran isi telur. Kandungan gizi sebutir telur dengan berat 50 gram terdiri dari protein 6,3 gram, karbohidrat 0,6 gram, lemak 5 gram, vitamin dan mineral. Untuk menentukan telur ayam ras yang baik dapat dilihat dari jenis, warna kerabang, berat dan berdasarkamutu.  Mutu telur  ayam ras  dibedakan  menjadMutI,  MutII  daMutIII.  Penentuan mutu telah di uji coba oleh pakar sebelumnya, dilakukan penelitian klasifikasi mutu I, mutu II dan mutu III berdasarkan kebersihan kerabang telur menggunakan metode K-Nearest Neighbor (KNN).
Telur ayam ras merupakan makanan yang memiliki kandungan gizi tinggi. Berdasarkan klasifikasi mutu telur ayam ras SNI 3926:2008 diperlukan untuk mengetahui bagaimana mendeteksi mutu telur ayam yang baik dari pengetahuan seorang ahli atau pakar. Untuk hasil lebih efisien dalam menentukan mutu telur ayam ras dibutuhkan suatu sistem, sistem tersebut adalah Sistem Pakar (Expert System). Maka dari permasalahan ini saya memberi solusi dengan membuat “SISTEM PAKAR UNTUK MENDETEKSI MUTU TELUR AYAM RAS”. Dan pada kesempatan kali ini saya membuat sistem pakar untuk mendeteksi penyakit dengan menggunakan metode forward chaining.

Tahapan-tahapan  yang digunakan dalam penelitian ini  seperti dalam Gambar 1.

Gambar 1. 

Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi:
1.          Identifikasi Masalah
Pembangunan  suatu  sistem  pakar  diawali  dengan  mengidentifikasi  masalah damenganalispengetahuan yang akan dimasukkan ke dalam sistem pakar. Dalam hal ini dilakukan penentuan mutu telur ayam ras berdasarkan gejalanya sesuai dengan SNI 3926:2008 dengan model kaidah produksi dan mesin inferensi forward chaining.

2.          Representasi Pengetahuan
Representasi pengetahuan  bertujuan  membuat  struktur  yang  akan  digunakan dalam  sistem untuk membantu pengkodean pengetahuan ke dalam program. Pada prinsipnya representasi pengetahuan sebagai suatu  atribut  jamak  dari pengambilan keputusan didasarkan pada kriteria pohon (tree of criteria atau semantic tree), fungsi utilitas dan fungsi alternative. Model yang digunakan untuk membuat representasi pengetahuan adalah Kaidah Produksi. Berdasarkan SNI 3926:2008 gejala yang digunakan dalam menentukan representasi pengetahuan seperti pada Tabel 1.

Tabel 1.Gejala yang digunakan


Sistem pakar ini terdiri dari sebuah pohon keputusan untuk mendeteksi mutu telur ayam ras dan terdiri dari tabel keputusan gejala mutu telur ayam ras. Tabel gejala keputusan mutu telur ayam ras seperti dalam  Tabel 2.

Tabel 2. Tabel keputusan

Keterangan:
M01: Mutu 1
M02: Mutu 2
M03: Mutu 3
M04: Tidak Termasuk Mutu I, II dan III Tidak Dapat Dikonsumsi
M05: Tidak Termasuk Mutu I, II dan III Dapat Dikonsumsi
M06: Tidak Termasuk Mutu I, II dan III Dapat Dikonsumsi
G01: Kerabang utuh
G02: Bentuk kerabang normal
G03: Kerabang halus
G04: Bentuk kerabang abnormal
G05: Kerabang sedikit kasar
G06: Kerabang bersih
G07: Kerabang sedikit noda kotor (stain)
G08: Banyak noda dan sedikit kotor
G09: Putih telur bebas bercak darah, atau benda asing lainnya
G10: Putih telur ada sedikit bercak darah, tidak ada benda asing lainnya
G11: Putih telur kental
G12: Putih telur sedikit encer
G13: Putih telur encer dan kuning telur belum tercampur dengan putih telur
G14: Bentuk kuning telur bulat
G15: Bentuk kuning telur agak pipih
G16: Bentuk kuning telur pipih
G17: Posisi kuning telur di tengah
G18: Posisi kuning telur sedikit bergeser dari tengah
G19: Posisi kuning telur agak kepinggir.

Berdasarkan analisis dari tabel keputusan maka dapat dibuat himpunan kaidah produksi data gejala mutu telur ayam ras dengan menggunakan IF-THEN sebagai berikut:
Kaidah 1
IF Kerabang utuh
AND Bentuk kerabang normal
AND Kerabang halus
AND Kerabang bersih
AND Putih telur bebas bercak darah, atau benda asing lainnya
AND Putih telur kental
AND Bentuk kuning telur bulat
AND Posisi kuning telur di tengah
THEN Mutu 1


Kaidah 2
IF Kerabang utuh
AND Bentuk kerabang normal
AND Kerabang halus
AND Kerabang sedikit noda kotor (stain)
AND Putih telur bebas bercak darah, atau benda asing lainnya
AND Putih telur sedikit encer
AND Bentuk kuning telur agak pipih
AND Posisi kuning telur sedikit bergeser dari tengah
THEN Mutu 2

Kaidah 3
IF Kerabang utuh
AND Bentuk kerabang abnormal
AND Kerabang sedikit kasar
AND Banyak noda dan sedikit kotor
AND Putih telur ada sedikit bercak darah, tidak ada benda asing lainnya
AND Putih telur encer dan kuning telur belum tercampur dengan putih telur
AND Bentuk kuning telur pipih
AND Posisi kuning telur agak kepinggir
THEN Mutu 3

Kaidah 4
IF Kerabang utuh
AND Bentuk kerabang normal
AND Kerabang sedikit halus
AND Banyak noda dan sedikit kotor
AND Putih telur encer dan kuning telur belum tercampur dengan putih telur
AND Bentuk kuning telur pipih
AND Posisi kuning telur agak kepinggir
THEN Tidak Termasuk Mutu I, II dan III Tidak Dapat Dikonsumsi

Kaidah 5
IF Kerabang utuh
AND Bentuk kerabang normal
AND Kerabang halus
AND Kerabang bersih
AND Putih telur bebas bercak darah, atau benda asing lainnya
AND Putih telur sedikit encer
AND Bentuk kuning telur agak pipih
AND Posisi kuning telur sedikit bergeser dari tengah
THEN Tidak Termasuk Mutu I, II dan III Dapat Dikonsumsi
Kaidah 6
IF Kerabang utuh
AND Bentuk kerabang abnormal
AND Kerabang sedikit kasar
AND Banyak noda dan sedikit kotor
AND Putih telur bebas bercak darah, tidak ada benda asing lainnya
AND Putih telur kental
AND Bentuk kuning telur bulat
AND Posisi kuning telur ditengah
THEN Tidak Termasuk Mutu I, II, dan III Dapat Dikonsumsi.

Pengetahuan  direpresentasikan  ke  dalam  format  tertentu  dan  akan  disimpan  dalam  suatu  basis pengetahuan dengan  menggunakan metode forward chaining. Metode yang digunakan adalah Depth First Search. Berdasarkan tabel keputusan dan kaidah produksi, maka dapat dibuat pohon keputusan seperti pada Gambar 2.
Gambar 2. Pohon keputusan


Keterangan:
*   : Tidak Termasuk Mutu I, II, dan III
** : Tidak Terdeteksi

Sistem pakar deteksi mutu telur ayam ras dengan menggunakan forward chaining sebagai penelusurannya akan mendeteksi mutu telur ayam ras. Hasil deteksi meliputi mutu I, II, III, mutu I dapat dikonsumsi, mutu II tidak dapat dikonsumsi, tidak terdeteksi dan tidak termasuk mutu I, II dan III.

Sekian dari artikel yang saya buat tentang  SISTEM PAKAR UNTUK MENDETEKSI MUTU TELUR AYAM RAS semoga bermanfaat bagi para pembaca dalam ilmu pembelajaran tentang sistem pakar, dan mohon maaf jika dalam penulisan atau penjabaran ilmu yang salah, mohon kritik dan saran agar membantu saya untuk membuat yang lebih baik dalam kesempatan selajutnya. Terima  Kasih.